Postingan

isu global, pemanasan global, global warming, strategi mengurangi global warming, efek rumah kaca, tanaman padi, tanah sawah, CO2, CH4, N2O,

Gambar
STRATEGI MENEKAN EFEK GAS RUMAH KACA MELALUI MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN PADI   PEMANASAN GLOBAL DAN PENYEBABNYA Pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (infra merah atau gelombang panas) yang dipancarkan oleh bumi, sehingga tidak dapat lepas ke angkasa dan akibatnya suhu di atmospher bumi memanas. Penjebak gelombang panas tersebut adalah lapisan gas yang berperan seperti dinding kaca atau ‘selimut tebal’, antara lain adalah uap air, gas asam arang atau karbon dioksida (CO 2 ), gas methana (CH 4 ), dinitrogen oksida (N 2 O), perfluorokarbon (PFC), hidrofluorokarbon (HFC) dan sulfurheksfluorida (SF 6 ). Tiga jenis gas yang paling sering disebut sebagai GRK utama adalah CO 2 , CH 4 dan N 2 O, karena akhir-akhir ini konsentrasinya di atmospher terus meningkat hingga dua kali lipat (IPCC, 2007). PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL Pada tahun 2007 Indonesia didaulat sebagai salah satu negara penghasil emisi GRK terbesar di dunia, terutama berasal dari

metabolisme mikroorganisme, global warming, biota tanah, biologi tanah, pengaruh lingkungan terhadap biologi tanah, bioteknologi tanah

PERTUMBUHAN DAN METABOLISME MIKROORGANISME PADA ERA GLOBAL WARMING A.   Pengertian Tumbuh dan Berkembang Tumbuh dalam pengertian umum diartikan sebagai bertambahnya ukuran, sedangkan berkembang   diartikan sebagai bertambahnya kuantitas. Oleh karena itu pertumbuhan dapat   ditunjukkan dengan adanya pertambahan   panjang, luas, volume, berat maupun kandungan   tertentu, sedangkan berkembang ditunjukan   dengan bertambahnya jumlah individu   dan   terbentuknya alat reproduksi. Dengan demikian dari segi ukuran, maka tumbuh merupakan proses   dari pendek menjadi panjang, dari sempit menjadi luas, dari kosong menjadi berisi, dari   ringan menjadi berat, sedangkan berkembang adalah dari sedikit menjadi banyak. Kuantitas atau ukuran pertumbuhan mikroorganisme dapat diukur dari segi pertambahan dimensi satu, misalnya : panjang, diameter, jari-jari, dan jumlah sel ; segi pertambahan dimensi dua, misalnya : luas, dan segi pertambahan dimensi tiga, misalnya : volume, berat segar, berat kering.